
Disney semakin giat membuat film live-action dari film – film animasi legendarisnya. Tahun ini giliran kisah Simba dan Nala dalam The Lion King (1994).
Di hutan Afrika, tinggalah sekawanan singa yang menguasai daerah bernama Pride Land. Raja Pride Land adalah Mufasa (James Earl Jones), sementara ratunya adalah Sarabi (Alfre Woodard).
Mereka memiliki seekor anak singa, penerus tahta, Simba . Mereka mengenalkan Simba keseluruh kawanan Pride Land sebagai calon raja mereka. Nah itu tugas Rafiki sebagai dukun sekaligus teman dekat Mufasa.

Dalam keluarga terdapat adi dari Mufasa yaitu Scar. Ia mempunyai sifat yang licik dan tidak pernah akur dengan Zazu kepala pelayan.
Hingga suatu saat Scar merencanakan hal yang buruk bersama para hiena kepada Mufasa dan Simba. Kawanan Wildebeest menyerbu ngarai dan di bawah sana ada Simba. Mufasa mencoba menyelamatkan Simba sekuat tenaga namun tidak selamat.
Scar menggambil tahta Mufasa dan menguasai Pride Land bersama para hiena. Sementara Simba pergi jauh mencoba melupakan masa lalu
Review Film The Lion King
Untuk jalan cerita memang serupa dengan versi animasi karena jika mengubah cerita berpotensi merusak sebuah mahakarya Disney yang indah.

Walau sama persis, Jon menyelipkan beberapa perbedaan ringan seperti di lagu Be Prepared yang dibuat lebih gelap dari animasi.
Salah satu keunggulan The Lion King yaitu visualnya. Kita melihat versi animasi kini melihat singa dan binatang sungguhan yang begitu nyata. Belum lagi pemandangan yang menakjubkan, seperti batu raksasa rumah mereka serta langit penuh bintang dan langit senja.

Hutan tempat tinggal Timon dan Pumba hampir serupa dengan versi animasi, tetap indah.